Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Gangguan Jiwa Skizofrenia



Tidak seperti masa lalu, gangguan jiwa berat kini adalah penyakit yang bisa dikelola dengan baik. Dengan terapi dan lingkungan yang mendukung, orang yang mengalaminya dapat hidup serta berpartisipasi di masyarakat.

Apakah Anda mengenal seseorang yang terlihat “kehilangan kontak” dengan realitas? Apakah orang tersebut berbicara tentang “mendengar suara-suara” yang orang lain tidak bisa mendengarnya? Apakah dia melihat atau merasakan sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain? Apakah orang ini percaya akan sesuatu yang tidak nyata?

Orang-orang yang punya gejala-gejala tersebut mengalami skizofrenia, sebuah penyakit yang serius. Bacalah buku ringkas ini untuk tahu lebih banyak.


Apakah Skizofrenia Itu?

Skizofrenia adalah penyakit otak yang serius. Banyak orang dengan skizofrenia dilumpuhkan oleh gejala-gejala mereka.

Orang dengan skizofrenia dapat mendengar suara-suara yang orang lain tidak dengar. Mereka dapat berpikir orang lain mencoba menyakiti mereka. Kadang-kadang bicara mereka tidak masuk akal. Gangguan yang mereka alami membuat mereka kesulitan untuk tetap bekerja atau merawat diri.


Siapa Sajakah yang Mengalami Skizofrenia?

Siapa saja dapat mengalami skizofrenia. Gangguan ini dialami dalam jumlah yang sama baik oleh lelaki maupun perempuan dalam bangsa atau suku yang mana saja. Remaja dapat juga mengalami skizofrenia. Pada kasus yang jarang, anak-anak juga dapat mengalami gangguan ini.


Kapankah Skizofrenia Mulai Dialami?

Gejala-gejala skizofrenia biasanya dimulai antara usia 16 dan 30 tahun. Lelaki seringkali mulai mengalami gangguan ini pada usia yang lebih awal dibandingkan wanita. Biasanya skizofrenia tidak dialami oleh seseorang setelah usianya 45 tahun.


Apakah Penyebab Skizofrenia?

Beberapa faktor dapat menyumbang peranan pada gangguan skizofrenia, termasuk:

Gen, karena kerentanan terhadap skizofrenia diwariskan secara turun-temurun

Lingkungan, seperti virus dan masalah nutrisi di kala sebelum kelahiran

Struktur dan kimiawi otak yang berbeda


Para ilmuwan telah mempelajari banyak hal tentang skizofrenia. Mereka mengidentifikasi gen dan bagian dari otak yang memainkan peranan dalam penyakit ini. Sejumlah ahli berpendapat bahwa penyakit ini telah dimulai sebelum kelahiran, akan tetapi gangguan ini tidak muncul hingga bertahun-tahun setelah itu.

Dengan penelitian yang lebih jauh dan lebih banyak, kemungkinan para peneliti akan dapat memperkirakan siapa saja yang akan mengalami skizofrenia.


Apa Sajakah Gejala-gejala Skizofrenia Itu?

Gejala-gejala skizofrenia terentang dari mulai yang ringan hingga yang berat. Ada tiga jenis gejala:

1. Gejala Positif adalah penyimpangan dari pemikiran dan fungsi yang normal.

Gejala-gejala tersebut masuk dalam perilaku “psikotik.” Orang-orang dengan  gejala ini kadang-kadang tidak mampu untuk membedakan mana yang nyata dan yang tidak. Gejala-gejala positif meliputi:

Halusinasi: ketika seseorang melihat, mendengar, menghidu/mencium (smell), atau merasakan sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain. “Mendengar suara” merupakan hal yang umum pada orang dengan skizofrenia. Orang yang mendengar suara-suara dapat mendengarnya pada waktu yang lama sebelum keluarga atau kawan-kawannya menyadari bahwa ada masalah dalam hal tersebut.

Waham atau delusi: ketika seseorang yakin akan hal-hal yang tidak nyata. Contohnya, percaya bahwa orang-orang di radio dan televisi berbicara secara langsung kepadanya. Kadang-kadang orang yang mengalaminya percaya bahwa mereka ada dalam bahaya – bahwa orang lain mencoba untuk menyakiti mereka.

Gangguan bentuk pikir: cara berpikir yang tidak biasa atau tidak berguna. Orang dengan gangguan pikiran biasanya punya masalah dalam mengatur jalan pikiran mereka. Kadang-kadang orang tersebut akan berhenti bicara di tengah-tengah proses berpikir. Dan sejumlah orang akan mengarang kata-kata yang tidak punya makna.

Gangguan gerak: dapat terlihat sebagai gerakan-gerakan tubuh yang terstimulasi namun tidak wajar. Orang dengan gangguan gerak dapat mengulangi suatu gerakan tertentu berulang-ulang. Pada kutub yang lain, orang tersebut dapat berhenti bergerak atau berbicara untuk beberapa waktu, ini adalah suatu kondisi medis yang dinamakan “katatonia.”


2. Gejala negatif mengacu kepada kesulitan untuk mengeskpresikan emosi dan berfungsi secara normal. 

Saat seseorang dengan skizofrenia mengalami gejala negatif, gejalanya mirip depresi. Orang dengan gejala negatif dapat menunjukkan:

Bicara dengan nada yang datar 

Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, seperti tersenyum atau cemberut 

Punya kesulitan untuk menikmati hal-hal yang menyenangkan 

Punya masalah dalam hal merencanakan dan tetap melakukan kegiatan tertentu, misalnya berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Bicaranya sangat sedikit kepada orang lain, bahkan di kala mereka memerlukannya

Remaja dapat mengalami skizofrenia, akan tetapi sukar untuk dibedakan pada permulaannya. Ini disebabkan karena gejala-gejalanya dapat terlihat seperti masalah yang biasa dialami oleh para remaja pada umumnya. Seorang remaja yang mengalami skizofrenia dapat:

· Mulai mendapatkan nilai yang buruk di sekolah

· Berganti teman

· Punya gangguan tidur

· Mudah tersinggung atau perasaannya mudah berubah-ubah.

 

 


Posting Komentar untuk "Mengenal Gangguan Jiwa Skizofrenia"